PROGRAM BK 2011

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    DASAR PEMIKIRAN

Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lenih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi siswa (konseli), agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).

Perkembangan konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisk, psikis maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) konseli.

Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat, seperti: maraknya tanyangan pornografi di televisi, VCD dan internet; penyalahgunaan alat-alat kontrasepsi, penyalahgunaan obat-obat terlarang/narkoba; tidakharmonisan dalam kehidupan keluarga; dan dekademai koral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku/gaya hidup kecuali yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia), seperti: pelanggaran tata tertib sekolah, tawuran pelajar, gang motor/sekolah, pergaulan bebas, aliran sesat, dan lain-lain.

Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia yang dicita-citakan, seperti terncantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No.20 Tahun 2003), yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME, (2) berakhlak mulia, (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan, (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani, (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara  baik untuk ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut.

Upaya mencegah dan menangkal perilaku-perilaku yang tidak diharapkan, adalah mengembangkan potensi konseli dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan konseli beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Untuk itulah perlunya disusun dan dibuat program sekaligus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengenai bimbingan dan koseling agar pencapaian pengembangan diri konseli yang optimal dapat terpenuhi.

B.    TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Tujuan Umum :

Tujuan pelayanan bimbingan dan koseling ialah agar konseli dapat:

1.1   merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupannya dimasa yang akan datang;

1.2   mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin;

1.3   menyesuaikan diri agar lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat seluruh lingkungan kerjanya;

1.4   mengatasi hambatan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupuan lingkungan kerja.

  1. Tujuan Khusus :

Tujuan pelayanan bimbingan dan konseling secara khusus untuk membantu monseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar (akademik), dan karier.

C.    SASARAN

Sasaran utama dalam memberikan layanan bimbingan dan koseling di sekolah ditunjukan kepada semua siswa tanpa terkecuali. Tidak menutup kemungkinan ada kaitannya dengan keluarga, teman dekat siswa/ teman sebaya, guru maupuan masyarakat.

D.    FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING

    1. Fungsi Pemahaman
    2. Fungsi Fasilitasi
    3. Fungsi Penyesuaian
    4. Fungsi Penyaluran
    5. Fungsi Adaptasi
    6. Fungsi Pencegahan
    7. Fungsi Perbaikan
    8. Fungsi Penyembuhan
    9. Fungsi Pemeliharaan
    10. Fungsi Pengembangan

E.     ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING

    1. Asas Kerahasiaan
    2. Asas Kesukarelaan
    3. Asas Keterbukaan
    4. Asas Kegiatan
    5. Asas Kemandirian
    6. Asas Kekinian
    7. Asas Kedamaian
    8. Asas Keterpaduan
    9. Asas Keharmonisan
    10. Asas Keahlian
    11. Asas Alih Tangan Kasus

BAB II

MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING

SMA NEGERI 1 CIKALONGWETAN

  1. A.    VISI DAN MISI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMA NEGERI 1 CIKALONGWETAN

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

A.   Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

Visi dan Misi SMAN I Cikalongwetan dirangkum dalam akronim “SATRIA MANDALA” yaitu:

Visi:

S (Sehat)            Terciptanya lulusan SMAN I Cikalongwetan yang sehat jasmani dan ruhani,

(Akhlak)            berakhlak mulia dan memiliki budi pekerti yang luhur,

T (Trampil)            trampil dalam bekerja dan berkarya dan mampu memanfaatkan                                     teknologi informatika,

R (Responsif) responsif terhadap lingkungan sekitarnya,

I (Ilmiah)            mengedepankan cara berfikir yang ilmiah, dan

A (Agamis)            menjadikan nilai-nilai agamis sebagai landasan dalam berfikir dan bertindak.

Misi :

  1. Melaksanakan Pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
  2. Akhlakul karimah merupakan wujud dari kultur sekolah sebagai cerminan dari keimanan dan ketaqwaan.
  3. Nilai semangat kemandirian dan keunggulan tumbuh dan berkembang pada seluruh warga sekolah, baik dalam bidang akademis maupun nonakademis.
  4. Disiplin, motif berprestasi, dan etos kerja yang tinggi merupakan landasan dalam pelayanan dan pengabdian.
  5. Anatara semua personal sekolah tercipta dan terbina kerjasama dan hubungan yang harmonis.
  6. Loyalitas dan dedikasi yang tinggi seluruh warga sekolah dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan.
  7. Akuntabilitas dan transparansi merupakan manajemen pengelolaan sekolah dengan menerapkan manajemen partisipatif dari seluruh stakeholders sekolah.

Tujuan:

Adapun tujuan SMAN 1 Cikalongwetan adalah sebagai berikut:

  1. Terciptanya warga sekolah yang sehat jasmani dan ruhani.
  2. Terwujudnya iklim sekolah yang sejuk dan harmonis dalam suasana tatakrama dan budi pekerti yang dilandasi nilai-nilai akhlakul karimah.
  3. Berkembangnya kecerdasan ilahiyah dan kecerdasan spiritual guna mencapai  kepribadian yang mantap dan mandiri.
  4. Meningkatnya pelayanan pendidikan terhadap peserta didik, masyarakat dan komponen pendidikan lainnya.
  5. Terwujudnya siswa-siswi yang memiliki prestasi akademis, cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual serta berketrampilan yang berharga dan berdaya guna.
  6. Terbinanya pengawasan, pengeloaan, dan pengorganisasian sekolah secara akuntabel dan transparan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
  7. Terjalinnya hubungan dan kerjasama yang harmonis antara sekolah dan seluruh stakeholders sekolah.
  8. Terwujudnya sekolah yang menjadi dambaan siswa, masyarakat dan lingkungan.

B.    DESKRIPSI KEBUTUHAN SISWA (STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK DAN TUJUAN POKOK PERKEMBANGAN SISWA)

    1. Standar Kompetensi Kemamdirian Peserta Didik
No. Aspek Perkembangan Internalisasi Tujuan
Pengenalan Akomodasi Tindakan
1 Landasan Hidup Religius Mempelajari hal ihwal ibadah Mengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragama Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi
2 Landasan Perilaku Etis Mengenal keragaman sumber norma yang berlaku dimasyarakat Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengembilan keputusan Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis
3 Kematangan Emosi Mempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lain Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain Mengeskpresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas, terbuka dan tidak menimbulkan konflik
4 Kematangan Intelektual Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif Menyadari akan keragaman alternatif keputusan dan konselkuensi yang dihadapinya Mengambil keputusan dan pemecahan masalan atas dasar informasi/data secara objektif
5 Kesadaran Tanggung Jawab Sosial Mempelajari keragaman interaksi sosial Menyadari nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosial Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equalifity)
6 Kesadaran Gender Mempelajari perilaku kalaborasi antar jenis dalam ragam kehidupan Menghargai keragaman peran laki-laki atau perenpuam sebagai aset kaloborasi dan keharmonisan hidup Berkalaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keragaman peran
7 Pengembangan Pribadi Mempelajari keunikan diri dlaam konteks kehidupan sosial Menerima keunikan diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman
8 Perilaku Kewirausahaan (Kemandirian Perilaku Ekonomi) Mempelajri strategi dan peluang untuk berperilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan kompotitif dalam keragaman kehidupan Menerima nilai-nilai hidup hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan kompetitif sebagai aset untuk memcapai hidup mandiri Menampilkan hidup hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri
9 Wawasan dan Kesiapan karir Mempelajari kemampuan diri, peluang dan ragam pekerjaan, pendidikan dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan alternatif karir yang lebih terarah Internaslisasi nilai-nilai yang melandasi pertimbangan pemilihan alternatif karir Mengembangkan alternatif perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluang dan ragam karir
10 Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya Mempelajari cara-cara membina kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai dasar untuk menjalin persahabatan dengan teman sebaya Mempererat jalinan persahabtan yang lebih akrab dengan memperhatikan norma yang berlaku
11 Kesiapan Diri untuk Menikah dan Berkeluarga Mengenal norma-norma pernikahan dan berkeluarga Menghargai norma-norma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga
  1. Tugas Pokok Perkembangan siswa
    1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
    2. Mencapai kematangan dalam hubungan dengan teman sebaya, serta kematangan dalam peranannya sebagai pria dan wanita
    3. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah  yang sehat
    4. Mengembangkan penguasaan ilmu teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi
    5. Mencapai kematangan dalam pilihan karir
    6. Mencapai kematangan gambar dan sikap tentang kehidupan mandiri, secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi
    7. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, memasyarakat, berbangsa dan bernegara
    8. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi sosial dan intelektual serta aspresiasi seni
    9. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai

C.    STRATEGI IMPLEMENTASI, PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

    1. Pelayanan Dasar :

1.1   Bimbingan Kelas

1.2   Pelayanan Orientasi

1.3   Pelayanan Informasi

1.4   Bimbingan Kelompok

1.5   Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instumentasi)

  1. Pelayanan Persuasif :

2.1 Konseling Individual dan Kelompok

2.2 Referal (Alih Tangan Kasus)

2.3 Kalaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas

2.4 Kalaborasi dengan Orang Tua

2.5 Kalaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah

2.6 Konsultasi

2.7 Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation)

2.8 Kunjungan Rumah (Home Visit)

  1. Perencanaan Individual
  1. Dukungan Sistem :

4.1 Pengembangan Profesi

4.2 Manajemen Program

4.3 Riset dan Pengembangan

BAB III

RENCANA OPERASIONAL, PENGORGANISASIAN DAN FAKTOR PENDUKUNG

A.    RENCANA OPERASIONAL KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Rencana kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling SMA NEGERI 1 CIKALONGWETAN dibuat untuk dijadikan pedoman pelaksanaan program dalam rangka menfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu.

Pertimbangan porsi waktu kegiatan pelayanan dengan memperhatikan perkiraan alokasi untuk pelayanan sebagai berikut:

Kompenen Pelayanan Presentase Alokasi Waktu
  1. Pelayanan Dasar
  2. Pelayanan Responsif
  3. Pelayanan Perencanaan Individual
  4. Dukungan Sistem
25 – 35 %15 – 25 %

25 – 35 %

10 – 15 %

Rencana operasional kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling secara detail terlampir.

B.    PENGORGANISASIAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

 

ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING

SMA NEGERI 1 CIKALONGWETAN

Keterangan :

= hubungan administrasi

= hubungan kerjasama

= hubungan layanan

C.    KEWAJIBAN DAN TUGAS SEKOLAH BERKAITAN DENGAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

    1. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah

Sebagai penanggungjawab kegiatan pendidikan di sekolah secara menyeluruh, khususnya pelayanan bimbingan dan konseling, tugas Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah adalah : Mengkoordinasi segenap kegiatan yang direncanakan, diprogramkan dan berlangsung di sekolah, sehingga pelayanan pelajaran, latihan dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis.

1.1   Menyediakan sarana dan prasarana, tenaga dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.

1.2   Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tindak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling.

1.3   Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah kepada pihak-pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya.

1.4   Menyediakan fasilitas, kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh pengawas sekolah bidang bimbingan dan konseling.

  1. Koordinator Bimbingan dan Konseling

Koordinator bimbingan dan konseling adalah salah satu konselor, diantaranya berperan sebagai pembantu Kepala Sekolah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas :

2.1 Mengkoordinasikan para konselor.

2.2 Memasyarakatkan  pelayanan  bimbingan  dan  konseling kepada segenap warga sekolah,

orang tua siswa dan masyarakat.

2.3 Menyusun  program  kegiatan  bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan

pendukung, program seminggu, bulanan, semester, dan tahunan)

2.4 Melaksanakan program bimbingan dan konseling.

2.5 Mengadministrasikan program kegiatan bimbingand an konseling.

2.6 Menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling.

2.7 Menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling.

2.8 Memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling.

2.9 Mengusulkan kepada Kepala Sekolah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga,

prasarana dans arana, alat dan perlengkapan pelayanan BK.

2.10 Mempertanggungjawabkan  pelaksanaan  pelayanan  bimbingan  dan  konseling  kepada

Kepala Sekolah

2.11 Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh pengawas sekolah bidang

bimbingan dan konseling

  1. Konselor

Konselor sebagai pelaksana utama, tenaga inti dan ahli atau tenaga profesional bertujuan :

3.1 Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pelayanan bimbingan dan konseling.

3.2 Merencanakan  program  bimbingan  dan  konseling  untuk  satuan-satuan  waktu  tertentu

(program harian/mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan).

3.3 Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling.

3.4 Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling.

3.5 Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling.

3.6 Melaksanakan  tindak  lanjut   berdasarkan   hasil   penilaian   pelayanan   bimbingan   dan

konseling.

3.7 Mengadministrasikan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.

3.8 Mempertanggungjawabkan    pelaksanaan    tenaga   dalam   pelayanan   bimbingan   dan

konseling  secara  menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala

Sekolah.

3.9 Mempersiapkan  diri,  menerima  dan  berpartisipasi  aktif  dalam  kegiatan kepengawasan

oleh pengawas sekolah bidang bimbingan dan konseling.

3.10 Berkalaborasi  dengan  guru  mata  pelajaran  dan  wali  kelas  serta  pihak  terkait dalam

pelaksanaan program bimbingan dan konseling

  1. Guru Mata Pelajaran/Praktik/Piket

4.1 Membantu    konselor   mengidentifikasikan   siswa-siswa   yang   memerlukan   pelayanan

bimbingan dan konseling serta membantu pengumpulan data tentang siswa.

4.2 Mereferal siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor.

4.3 Menerima  siswa  alih   tangan   dari    konselor,   yaitu   siswa   yang   menuntut   konselor

memerlukan  pelayanan pengajaran/latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan,

perogram pelayanan).

4.4 Memberikan        kesempatan      dan     kemudahan    kepada    siswa   yang  memerlukan

pelayanan kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani         pelayanan/kegiatan tersebut.

4.5 Berpartisipasi  dalam  kegiatan  khusus  penanganan  masalah  siswa,  seperti   konferensi

khusus.

4.6 Membantu  pengumpulan  informasi  yang  diperlukan  dalam  rangka  penilaian pelayanan

bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.

  1. Wali Kelas

Sebagai pembina kelas dalam pelayanan bimbingan dan konseling wali kelas bertugas :

5.1 Melaksanakan perananya sebagai penasihat kepasa siswa di kelas asuhannya.

5.2 Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa di kelas arahannya untuk

mengikuti/menjalani pelayanan bimbingan dan konseling.

5.3 Berpartisipasi aktif dala konferensi kasus

5.4 Mereferal siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor.

  1. Staf Administrasi

6.1 Membantu  Koordinator /Konselor dalam mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan

dan konseling.

6.2 Membantu menyediakan/menyiapkan sarana yang diperlukan dalam pelayanan bimbingan

dan konseling.

6.3 Membantu Koordinator/Konselor dalam memelihara data dan sarana/fasilitas bimbingan

dan konseling yang ada.

  1. D.    PENGEMBANGAN TEMA/TOPIK DAN SATUAN PELAYANAN
    1. Tema/topik merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah di identifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan (standar  kompetensi kemandirian peserta didik)

Tema/topik secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap pelayanan/kegiatan.

  1. Satua Pelayanan, dibuat/dikembangkan pada saat pemberian pelayanan baik tatap muka di kelas maupun tidak, yang diikuti oleh evaluasi, analisis dan tindak lanjut pelayanan.
  1. E.     PEMBIAYAAN : SUMBER DAN ALOKASI
    1. Sumber ; penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling tidak terlepas dari anggaran yang tersedia yang bersumber dari RAPBS, dan atas dukungan kebijakan Kepala Sekolah memungkinkan mengakses dana dari sumber lain sesuai kesepakatan lembaga dengan pihak lain
    2. Alokasi ; anggaran diperuntukan ke semua aktivitas pelayanan yang terprogram, aktivitas pendukung (home visit, pengadaan buku bacaan, pengembangan profesionalisme konselor, dan lain-lain), juga untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang bimbingan dan konseling.

BAB IV

EVALUASI, ANALISIS, TINDAK LANJUT DAN PELAPORAN

A.    EVALUASI

  1. Maksud dan Tujuan

Maksud penilaian adalah segala upaya, tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan.

Kriteria/patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan konseling mengacu pada ketercapaian kompetensi, keterpenuhan kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terkait langsuung maupuan tidak langsung yang berperan membantu siswa memperoleh perubahan secara keseluruhan dan partisipasi ke arah yang lebih baik.

Akhirnya, secara keseluruhan pelayanan bimbingan dan konseling, penilaian bertujuan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektifan pelayanan bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan.

  1. Fungsi Evaluasi

2.1 Umpan  balik  kepada   konselor   untuk   memperbaiki   atau   mengembangkan   program

bimbingan dan konseling.

2.2 Memberikan  informasi  kepada  Kepala Sekolah/Wakil, Guru Mata Pelajaran/Praktik/Piket,

dan   Orang   Tua   Siswa   tentang   perkembangan   sikap   dan   perilaku,   atau   tingkat

ketercapaian  tugas-tugas  perkembangan  siswa  agar   secara   bersinergi/berkalaborasi

meningkatkan kualitas implementasi program bimbingan dan konseling.

  1. Aspek-Aspek yang Dievaluasi

3.1 Penilaian  proses-proses  untuk  mengetahui  sampai  sejauh  mana keefektifan pelayanan

bimbingan dan konseling dilihat dari prosesnya.

3.2 Penilaian  hasil  untuk   memperoleh   informasi   keefektifan   pelayanan   bimbingan   dan

konseling dilihat dari hasilnya.

3.3 Aspek yang dinilai :

- Kesesuian antara program dengan pelaksanaan;

- Keterlaksanaan program;

- Hambatan-hambatan yang ditemui;

- Dampak pelayanan bimbingan dan konseling terhadap kegiatan belajar mengajar;

- Respon  siswa,  personel  sekolah,  orang  tua   dan   masyarakat   terhadap   pelayanan

bimbingan dan konseling

- Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan pelayanan, pencapaian tugas-

tugas  perkembangan  dan  hasil belajar, serta keberhasilan siswa setelah menamatkan

sekolah baik pada studi lanjutan ataupun kehidupan di masyarakat

  1. Cara Penilaian :

4.1 Mengamati  partisipasi  dan  aktivitas  siswa  dalam  kegiatan  pelayanan   bimbingan   dan

konseling.

4.2 Mengungkapkan     pemahaman     siswa     atas     bahan-bahan    yang    disajikan    atau

pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya.

4.3 Mengungkapkan  kegunaan  pelayanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari

partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan pelayanan.

4.4 Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya pelayanan bimbingan dan konseling

4.5 Mengamati   perkembangan   siswa   dari    waktu   ke   waktu (khusus  berkaitan   dengan

pelayanan bimbingan dan konseling yang berkesinambungan)

4.6 Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan pelayanan.

4.7 Hasil  evaluasi  pelayanan  bimbingan  dan  konseling  berapa  deskripsi  (kualitatif) aspek-

aspek yang dievaluasi.

B.    ANALISIS

Analisis hasil evaluasi; dilakukan melalui deskripsi hasil evaluasi untuk mengetahui seluk beluk/segala macam kemajuan dan perkembangan yang diperoleh siswa melalui pelayanan bimbingan dan konseling, ataupun seluk beluk peroleh konselor/pihak terkait melalui kegiatan pendukung.

C.    TINDAK LANJUT

Upaya tindak lanjut didasarkan pada hasil analisis, sekurang-kurangnya ada beberapa kemungkinan kegiatan yang dapat dilakukan :

  1. Menyusun program lanjutan sebagai kesinambungan program.
  2. Mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal.
  3. Melakukan referal bagi siswa yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain.
  4. Mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dan konseling.

D.    PELAPORAN

Laporan dari pelaksanaan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling diberikan secara tertulis setiap bulan, semester, dan tahun kepada Kepala Sekolah.

  1. Konselor, melaporkan kegiatan yang telah dilaksanan setiap bulan kepada koordinator, meliputi :
    1. Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan.
    2. Keadaan siswa asuhannya, misalnya tentang siswa yang sering absen, siswa yang berperilaku menyimpang, bermasalah, siswa yang menampakkan kemajuan, siswa berprestasi, berbakat khusus, dan lain-lainnya.
    3. Koordinator bimbingan dan konseling

Laporan setiap konselor oleh koordinator direkap/dikumpulkan untuk disusun menjadi laporan semesteran atau tahunan . Laporan tahunan disusun dengan sistematika sebagai berikut:

-       Pendahuluan

-       Ruang lingkup tugas

-       Pembagian tugas

-       Program kegiatan

-       Pelaksanaan program

-       Hasil evaluasi pelaksanaan program

-       Analisis hasil evaluasi

-       Tindak lanjut

-       Penutup

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s